Mengapa Pengalaman Mahal Harganya?

      No Comments on Mengapa Pengalaman Mahal Harganya?

Mengapa pengalaman mahal harganya?. Demikian pertanyaan (sekaligus pernyataan) lama ini kembali muncul di benak kepala. Dan pikiran ini tentu tidak serta merta muncul begitu saja. Ada kondisi yang memantik dan memancing kemunculannya.

Beberapa hari ini admin duniaarsip.com tengah pusing kepala. Karena dua blog yang menggunakan engine WordPress dengan self hosting, tidak bisa beredar di dunia maya.  Sungguh, ini pengalaman pertama yang cukup berat untuk dicari solusinya, semenjak memutuskan diri untuk mempelajari blog dengan WordPress.

problem solving | masalah dan pemecahan masalah | Pengalaman Mahal HarganyaMencari informasi ke sana sini. Ada banyak informasi yang tersedia, namun belum satu pun yang cocok untuk menjadi solusi. Semoga dalam minggu ini segera ditemukan pemecahan masalah yang paling tepat bagi problem yang tengah dihadapi.

Merenungkan hal ini, saya makin dipahamkan pada sebuah pernyataan dan kenyataan, yaitu “mengapa pengalaman mahal harganya?”.

Pengalaman berharga mahal, karena untuk memperolehnya:
Berapa banyak waktu yang siap kita korbankan?
Faktor waktu, inilah elemen yang terpenting dalam proses seseorang menggali dan mencari pengalaman hidupnya. Dibandingkan dengan uang yang jika hilang masih besar kemungkinan untuk memperolehnya kembali, tidak demikian halnya dengan waktu. Sekali ia berlalu, maka tidak akan bisa kembali lagi ke waktu semula. Dan untuk memperoleh suatu pengalaman, faktor waktu banyak berperan. Namun demikian, rentang waktu yang kita gunakan dapat dipersingkat. Dengan cara apa? Yaitu melalui sharing dari pakarnya, serta pendampingan atau belajar kepada orang lain yang telah lebih dulu memiliki pengalaman yang ingin kita dapatkan itu. Tentunya akan lebih baik jika selain dengan cara ini, kita sendiri juga melaksanakan dan merasakan bagaimana proses memperoleh pengalaman itu melalui cara kita sendiri.

Berapa banyak kesempatan yang siap kita lepaskan?
Saat berfokus pada pencarian dan penggalian pengalaman, tidak jarang ada beberapa kesempatan yang mau tidak mau harus siap kita lepaskan. Gambarannya begini. Suatu saat kita memiliki waktu yang cukup luang untuk, katakanlah, mengasah keterampilan kita dalam mengetik. Namun di saat yang bersamaan, datang teman kita dan mengajak kita pergi ke toko buku, yang kebetulan kita memang juga punya rencana untuk mencari buku di toko yang sama. Opsi mana yang kira-kira akan Anda pilih? Ini hanya sebuah contoh kecil. Contoh lain dapat Anda telusuri sendiri berdasarkan pengalaman Anda masing-masing.

Berapa banyak biaya yang ikhlas kita bayarkan?
Berkaitan dengan poin “Berapa banyak waktu yang siap kita korbankan?”, terkadang untuk memperoleh pengetahuan atas pengalaman orang lain, ada biaya yang harus kita korbankan. Dan hal ini wajar, sebagai sebuah kompensasi dan penghargaan kita atas pengalaman dan waktu yang dikorbankan oleh orang itu untuk memperoleh pengalamannya itu. Bayangkan bila kita sendiri yang mencari suatu pengalaman atas suatu hal dan berangkat dari titik nol. Tentunya kita harus siap mental untuk berada dalam kondisi “trial and error” dalam proses yang kita jalankan. Dan kondisi “trial and error” ini menuntut banyak hal dari diri kita, termasuk biaya yang harus kita bayar.

Berapa banyak tenaga yang rela kita korbankan?
Pengalaman membutuhkan pengetahuan, usaha, waktu dan biaya. Dalam usaha kita untuk memperoleh suatu pengalaman, tentunya tidak sedikit tenaga yang harus kita berikan agar pengalaman tersebut kita kuasai.

Berapa, berapa, dan berapa banyak hal-hal lain yang siap kita berikan untuk memperolehnya?

Inilah beberapa sebab mengapa, pengalaman itu mahal harganya?

Terkait pengalaman, saya juga ada pengalaman menarik lain yang perlu disharing di blog ini. Mungkin ada manfaatnya. Insya Allah di posting berikutnya akan saya tuliskan pengalaman itu. Salam sukses!!!

Sumber gambar: http://nindyanindya.blogspot.com/2010/03/problem-again.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *