Pemeliharaan dan Perawatan Uang Kuno

      No Comments on Pemeliharaan dan Perawatan Uang Kuno

Pemeliharaan dan Perawatan Uang Kuno
Oleh : Tian Nirwana

Sejarah uang berawal ketika masyarakat belum mengenal pertukaran. Pada saat itu, masyarakat masih memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, sampai pada akhirnya mereka menyadari akan kebutuhan barang-barang yang tidak dapat dihasilkannya sendiri. Mereka kemudian menukarkan barang miliknya dengan barang milik orang lain yang dibutuhkan, atau disebut dengan barter (barang ditukar barang). Namun barter menimbulkan berbagai kesulitan, antara lain sulit menemukan orang yang memiliki barang yang dibutuhkannya dan sulit mendapatkan barang dengan nilai tukar yang sama dengan yang ditukarkan. Oleh sebab itu muncul ide untuk menggunakan benda-benda tertentu yang digunakan sebagai alat tukar.

uang koin kuno

Benda-benda yang digunakan sebagai alat tukar pada saat itu ternyata belum memiliki pecahan dan memiliki daya tahan yang kurang, sehingga tidak tahan lama dan mudah hancur sampai adanya uang logam yang berupa emas dan perak. Emas dan perak dipilih karena memiliki nilai yang tinggi, tahan lama, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, mudah dipindahkan dan nilai bahan uang sama dengan nilai yang tercantum pada uang tersebut (nilai intrinsik sama dengan nilai nominalnya). Pada kelanjutannya, kegiatan tukar-menukar dengan uang logam terus bertambah sementara jumlah emas dan perak terbatas. Disamping itu, transaksi dalam jumlah besar juga sulit dilakukan dengan uang logam sehingga diciptakanlah uang kertas meskipun pada awalnya uang kertas tersebut juga berfungsi sebagai ‘kertas-bukti’ kepemilikian emas atau perak yang digunakan sebagai alat tukar menukar.

Seiring perkembangan jaman, uang logam dan kertas mengalami perubahan hingga menjadi uang logam dan kertas yang digunakan masyarakat saat ini. Uang yang beredar di masa lalu yang sudah tidak digunakan lagi di masa sekarang disebut sebagai uang kuno. Uang kuno bisa dikatakan masih memiliki fungsi asli dan turunannya. Misalnya pada fungsi asli, uang kuno masih dapat digunakan sebagai alat tukar, tetapi bukan untuk ditukar dengan barang atau membeli barang namun menukarnya dengan uang kuno lain (dari sesama kolektor). Sedangkan fungsi turunan yang masih dimiliki uang kuno misalnya uang kuno dapat digunakan sebagai alat penimbun kekayaan, bukan berarti menyisihkan dan menabung uang kuno untuk digunakan membeli barang pada masa sekarang atau masa depan melainkan menyimpannya untuk dijual suatu waktu kepada para pemburu uang kuno karena uang tersebut memiliki nilai sejarah yang tidak tergantikan. Walaupun sudah tidak berlaku sebagai alat tukar di masa sekarang, uang kuno baik logam maupun kertas menjadi barang langka yang harus dipelihara dan dirawat dengan baik.

Membersihkan uang logam dapat dilakukan dengan berbagai cara, meskipun ada yang berpendapat agar uang yang dijadikan sebagai koleksi tidak perlu dibersihkan atau yang berbahan emas atau perak agar dibersihkan oleh mereka yang profesional karena jika membersihkannya sendiri menggunakan air kran atau bahan kimia sebagai pembersih, air kran mengandung klorin yang dapat merubah warna uang logam dan bahan pembersih berbahan kimia juga dapat merusak uang logam tersebut. Berikut beberapa cara membersihkan uang logam :
1. Menggunakan sabun bebas detergen : Isi wadah plastik dengan air suling hangat (Bukan air kran); Tuang sedikit sabun bebas detergen; Masukkan koin ke dalam wadah dan gosok koin perlahan dengan tangan (cuci uang satu per satu agar tidak bergesekan); Bilas dengan air suling; dan Keringkan uang dengan cara menekan-nekan uang dengan kain lembut dan jangan digosok/diangin-anginkan.
2. Menggunakan cuka dan garam : Masukkan 5 gram garam ke dalam ¼ cangkir cuka (sesuaikan dengan banyaknya uang), jika tidak ada cuka, dapat diganti dengan air jeruk/lemon; Masukkan uang logam ke dalam larutan; Diamkan uang selama -/+ 5 menit (jika uang terlihat sangat kotor dapat digosok/sikat setelah didiamkan); dan Bilas uang logam dan keringkan.
3. Menggunakan saus tomat/saus tabasco : Masukkan saus tomat/saus tabasco ke dalam cangkir/mangkok; Masukkan uang logam ke dalamnya; Diamkan uang selama -/+ 3 menit (uang dapat digosok/sikat setelah didiamkan); dan Cuci uang logam dengan air panas.
4. Menggunakan soft drink : Letakkan uang logam ke dalam piring (jangan bertumpuk); Masukkan soft drink sampai semua permukaan uang logam terendam; Diamkan uang logam selama -/+ 4-5 jam (balikkan uang agar prosesnya merata); dan Bilas uang logam dengan air hangat/panas.
5. Menggunakan pembersih logam : Basahkan/oleskan uang logam dengan pembersih logam; Diamkan beberapa menit; Gosok uang secara perlahan; dan Bilas uang sampai bersih.
6. Menggunakan penghapus karet (metode yang lebih aman dari metode nomor 2-5 dan sebaiknya diterapkan untuk uang logam berbahan seng/bukan tembaga) : Gosok uang logam dengan penghapus karet dan Gosok uang logam pada sisi berikutnya.

Setelah uang logam dibersihkan, sebaiknya uang disimpan dengan baik. Berikut beberapa tempat penyimpanan uang logam :
1. Coin Tubes

wadah koin kuno berupa tube

 

2. Coin Flips (berbahan kertas/cardboard)

penyimpanan koin kuno model flips

 

3. Coin Flips (berbahan vynil)

Coin Flips bahan vynil

4. Coin Capsules
wadah koin kuno berbentuk kapsul

5. Coin Snaps

Coin Snaps

6. Coin Slabs

Coin Slabs

 

7. Coin Page

Coin Page a

 

Coin Page b

 

Selain uang logam, uang kuno berupa uang kertas juga harus dipelihara dan dirawat dengan baik. Beberapa cara merawat uang kertas adalah dengan tidak melipatnya, tidak melaminasi (laminating) uang kertas, tidak menyeterikanya (bila terlipat sebaiknya menindihnya dengan sesuatu yang berat atau meletakkannya di sela-sela buku) dan sebaiknya menggunakan sarung tangan yang lembut ketika memegangnya. Bila uang terlihat kotor jangan mencuci uang kertas, tetapi bisa membersihkannya hanya dengan menggosoknya secara perlahan dengan menggunakan kain lembut yang telah dibasahi air hangat yang dicampur dengan sedikit sabun. Setelah bersih, uang dikeringkan dengan cara ditekan-tekan secara perlahan dengan kain yang berbahan lembut.

Menyimpan uang kertas juga sebaiknya menggunakan bahan yang acid free dan PVC free, juga menyimpannya pada suhu kamar dan di tempat yang bersih, kering (tidak lembab) dan terhindar dari matahari langsung. Beberapa tempat penyimpanan uang kertas antara lain :

1. Currency Sleeve

wadah uang kertas kuno Currency Sleeve

 

2. Currency Slab
wadah simpan uang kertas kuno Currency Slab

3. Currency Page

penyimpanan uang kertas kuno Currency Page

 

Meskipun uang kuno sudah tidak berlaku lagi sebagai alat tukar/pembayaran saat ini, tetapi keberadaannya masih bermanfaat karena nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Memelihara dan merawat uang kuno dengan baik berarti turut memelihara dan merawat sejarah untuk kepentingan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Sumber :

Merawat dan Menyimpan Uang Logam

Merawat dan Menyimpan Uang Kertas


https://id.wikipedia.org/wiki/Uang
http://id.wikihow.com/Membersihkan-Uang-Receh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *