Waspadai Penipuan Dana Hibah Kesehatan Melalui Surat Palsu

Penipuan melalui surat palsu harus diwaspadai. Karena, tidak hanya Ayu Ting Ting yang populer dengan “Alamat Palsu”-nya, dan bukan pula sms-sms penipuan dengan bujuk rayu kabar berita gembira Anda mendapat hadiah jutaan hingga milyaran rupiah, ternyata surat palsu pun tidak kalah dengan dua hal yang disebutkan sebelumnya. Ya, surat palsu pun saat ini dapat dijadikan sang penipu sebagai media untuk mencari mangsa-mangsa empuk untuk ditipu. Melalui posting ini, kami berharap kita lebih mewaspadai penipuan lewat surat palsu.

Kebetulan surat palsu ini penulis temukan saat akan melakukan pencatatan surat masuk. Sekilas pandang surat ini nampak seperti surat asli yang resmi, karena pada amplop pengirim surat dan kepala surat tercetak (lebih tepatnya, diprint) kop resmi. Seakan-akan surat tersebut memang berasal dari Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Perihal surat adalah sebuah pemberitahuan bahwa Rumah Sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta yang menerima surat ini merupakan Rumah Sakit yang mendapat surat ini merupakan Penerima Dana Hibah Kesehatan Tahun 2012 sebesar Rp 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah), dan salah satu persyaratannya adalah Rumah Sakit yang bersangkutan harus mengirimkan dana pendamping sebesar 10% (atau Rp 200.000.000,-/dua ratus juta rupiah) ke rekening yang diberitahukan lewat telepon yang ada di kepala surat dan bagian akhir isi surat.

Amplop Surat Palsu penipuan

Tampilan Amplop Surat Palsu

 

Surat Palsu yang Mirip Sama Ternyata Sudah Ada di Tahun 2011

Saat membaca surat “dari” Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan ini, kening jadi berkerut karena serasa ada yang aneh dengan surat ini. Pada beberapa bagian dalam surat, tersirat hal-hal yang menimbulkan tanda tanya. Pertanyaan pertama yang muncul adalah, bagaimana bisa institusi tempat bekerja terpilih dan mendapat kesempatan untuk mendapatkan Dana Hibah Kesehatan 2012 ini secara tiba-tiba tanpa ada usaha awal sebagai syarat untuk menerimanya. Belum lagi hasil cetak printer yang di beberapa bagian kurang sempurna tercetak, jauh dari kesan bahwa ini adalah surat resmi dari Instansi Pemerintah.

 

Surat Palsu Dana Hibah Kesehatan 2012

Surat Palsu Dana Hibah Kesehatan 2012

 

Surat Palsu Dana Hibah Kesehatan 2011

Surat Palsu Dana Hibah Kesehatan 2011

 

Berbekal rasa penasaran inilah, maka hati tergerak untuk menelusuri lebih jauh informasi terkait dana hibah kesehatan ini. Searching melalui Google dengan kata kunci “dana hibah kesehatan”, maka dari hasil Googling ini penelusuran berlanjut hingga ke situs resmi buk.depkes.go.id. Berikut berita yang dilansir oleh BUK Kemenkes RI terkait surat palsu yang mengatasnamakan Ditjen BUK ini. Dan ternyata, pola penipuan melalui surat palsu ini telah diketahui sejak tahun 2011 yang lalu. Berikut berita yang dilansir Ditjen BUK Kemenkes RI:

HATI-HATI SURAT PALSU MENGATASNAMAKAN DITJEN BUK
Modus penipuan surat palsu yang mengatasnamakan Pimpinan dan Instansi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan kembali beredar di masyarakat. Motif penipuan kali ini menyangkut PENERIMA DANA HIBAH KESEHATAN TAHUN 2011 yang ditujukan kepada Rumah Sakit Swasta dan Klinik sebagai penerima hibah diwajibkan menyelesaikan dana pendamping minimal 10% sebelum menerima dana hibah tersebut. Ditjen Bina Upaya Kesehatan menyatakan bahwa ini SURAT PALSU. Bentuk Surat Palsu dapat dilihat disini.

Waspadalah dengan motif penipuan yang semakin berkembang. Ditjen Bina Upaya Kesehatan TIDAK PERNAH meminta transfer/mengirimkan sejumlah uang, berupa biaya pendamping, biaya pelaksanaan kegiatan atau semacamnya. Diharapkan masyarakat berhati-hati dan mengkonfirmasikan terlebih dahulu ke Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, dengan nomor telepon : Kantor: (021) 5201590 ext. 4015 dan 1302 atau : (021) 5277734. Fax. (021) 5277734

Sumber: http://buk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=256:hati2&catid=1:latest-news

Berita lain terkait penipuan surat palsu: Awas! Beredar Surat Palsu Hibah Dana Kesehatan

Surat palsu dana hibah kesehatan dapat diunduh melalui link ini. Semoga melalui tulisan ini, kita menjadi lebih hati-hati dan mewaspadai aksi penipuan melalui surat palsu.

4 comments on “Waspadai Penipuan Dana Hibah Kesehatan Melalui Surat Palsu

  1. duniaarsip

    Yap, seperti itulah usaha si penipu.
    Ditjen BUK sendiri sudah mengetahui hal itu. Logisnya, tindakan pelaporan semestinya datang dari institusi ini.

    Reply
  2. Info Bisnis Online

    Ya waspada aja, mereka para penipu memang menghalalkan berbagai cara untuk mengincar mangsanya…

    Reply
  3. SRI LESMONO HADI

    Wah benar pak Bos, hari ini tgl. 14 April 2012 via pos kami Puskesmas Kepanjen Kab. Malang Jatim, menerima surat yang sama, katanya kami dpt dana hibah 500 juta untuk percepatan MDGs dgn harus menyediakan dana pendaping 10%, diminta menghubungi no Dirjen BUK (021)49724577 atau Fax (021)49724588, kalo mungkin mohon dilacak nomor tersebut. BTK

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *