Diary, Catatan Harian dan Arsip Pribadi yang Berharga

Diary, Catatan Harian dan Arsip Pribadi yang Berharga

Oleh : Tian Nirwana

Diary adalah buku harian yang berisi curahan pemikiran, perasaan atau pengalaman seseorang yang diuraikan dalam bentuk tulisan. Diary identik dengan buku kecil dengan sampul bergambar dan bergembok (memiliki gembok dengan kuncinya) agar tidak dapat dibaca orang lain. Namun selain buku, binder/file (kumpulan kertas di dalam satu map yang biasanya digunakan mahasiswa untuk mencatat) atau organizer (buku agenda kerja)/orgy juga dapat berfungsi sebagai Diary dan pernah populer di kalangan pelajar untuk saling bertukar menulis biodata, kesan dan pesan. Hasil tulisan-tulisan tangan di dalam Diary nantinya dapat menjadi kenangan berharga di dalam hidup seseorang.

diary, buku diary, catatan pribadiSelain berfungsi menjaga memori/ingatan, Diary juga membuka kenangan-kenangan masa lalu baik mengenai sesuatu yang menyenangkan maupun menyakitkan/menyedihkan. Kenangan-kenangan itu dapat muncul kembali setelah kita membacanya. Tulisan-tulisan yang positif akan membuat kita merasa senang atau menjadi semangat, namun sebaliknya, bila tulisan negatif yang dibaca, jadikan itu sebagai motivasi untuk menjadi diri kita yang lebih baik lagi.

Di dalam perkembangan teknologi informasi sekarang ini, Diary tidak hanya berupa buku yang ditulis secara manual saja, tetapi juga berupa Diary yang dapat kita buat sendiri dengan menulisnya secara elektronik, misalnya dengan menggunakan program Microsoft Word di komputer. Setelah menulis, file disimpan di dalam folder tersendiri dan diberi password agar kerahasiaannya tetap terjaga. Diary seperti ini bisa dinamakan e-Diary.

Atau, bila kita terbiasa mengungkapkan sesuatu agar diketahui banyak orang, kita bisa melakukannya melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter atau Instragram. Maksud yang ingin kita sampaikan juga dapat menjadi lebih jelas dengan menambahkannya gambar, foto ataupun video. Jika hal-hal yang ingin kita posting banyak dan memerlukan media yang lebih luas, kita bisa menulisnya dengan menggunakan Blog, atau mengungkapkan sesuatu secara langsung tanpa menulisnya, bisa dengan membuat Vlog yang saat ini sedang populer.

Meski begitu, apapun bentuknya, segala sesuatu yang diunggah di media sosial adalah milik semua orang, artinya media sosial tidak bisa menyimpan rahasia layaknya buku Diary. Rahasia yang menjadi rahasia pribadi kita, apabila telah diunggah di media sosial akan menjadi rahasia umum. Selain itu, media sosial juga dapat menimbulkan pro dan kontra di kalangan yang membacanya. Banyak pengguna media sosial yang menjadi salah paham dan berakhir di jalur hukum karena unggahannya. Untuk itu, kita harus berhati-hati dan mengerti aturan dalam menggunakan media sosial.

Diary atau catatan-catatan yang kita tulis, apabila dikumpulkan bisa menjadi cerita panjang bahkan dikembangkan menjadi buku. Salah satu buku Diary yang akhirnya dibukukan dan menjadi terkenal adalah Diary milik Anne Frank, gadis cilik yang bersama keluarganya tinggal di salah satu ruangan rumahnya untuk bersembunyi dari tentara jerman (nazi) yang anti yahudi sebelum akhirnya tertangkap dan meninggal di tempat pengasingan. Selama bersembunyi, Anne Frank tidak hanya menulis aktifitas yang dilakukannya sehari-hari tetapi juga menceritakan kondisi dan situasi yang sedang terjadi di sekitarnya akibat peraturan dan perlakuan tentara-tentara jerman terhadap kaum yahudi di dalam buku Diary pemberian ayahnya. Buku itu kemudian ditemukan salah seorang pekerja di rumahnya setelah Anne Frank tertangkap. Diary Anne Frank yang juga menjadi bukti kekejaman pemerintahan Jerman akhirnya diserahkan kepada Pemerintah pasca kekalahan jerman terhadap sekutu yang kemudian dibukukan.

Lain halnya dengan Malala Yousafzai, seorang gadis dari Pakistan yang sempat merasakan hidup di bawah pemberontakan Taliban. Pada masa itu, semua perempuan dilarang mendapatkan pendidikan, termasuk Malala. Ia menuliskan kehidupannya tersebut di dalam buku dan mengirimnya ke kantor berita BBC secara diam-diam. Akibat perbuatannya itu, Malala ditembak di bagian kepalanya oleh salah seorang militan Taliban tahun 2012, namun akhirnya sembuh dan ia mendapat hadiah nobel perdamaian pada tahun 2014. Kisah hidupnya ditulis dalam memoar yang berjudul I Am Malala dan pernah ditayangkan di National Geographic Channel. Di Indonesia sendiri misalnya, gagasan dan pemikiran presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, hasil tulisan tangannya dibukukan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi. Buku tersebut diterbitkan pertama kali pada tahun 1959 dan dicetak ulang beberapa kali antara tahun 1963-1965. Hingga saat ini buku Dibawah Bendera Revolusi karangan Ir. Soekarno menjadi barang langka.

Karena buku Diary termasuk arsip pribadi, Diary hendaknya juga dipelihara dan dirawat dengan baik. Pemeliharaan dan perawatan Diary dapat dilakukan seperti pada pemeliharaan dan perawatan arsip kertas yaitu dengan memperhatikan tempat penyimpanan dan peralatan yang digunakan, pemeliharaan dan perawatan terhadap fisik Diary, perawatan dan perbaikan/restorasi yang mengalami kerusakan dan reproduksi. Diary yang tersimpan dengan baik akan terjaga kelestarian informasi yang terkandung di dalamnya. Bisa jadi, Diary yang kita miliki, suatu saat menjadi harta karun yang selama ini terpendam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *